Dany

Dany

Perekayasa cupu yang senang berbagi ilmu dan teknologi.

Pengalaman Membuat Paspor di Bogor

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Ini menjadi pengalaman saya membuat Paspor di kantor Imigrasi Kelas I Bogor. Tidak ada tujuan khusus dalam membuat Paspor ini, hanya iseng dan ketika nanti suatu saat dibutuhkan ke luar negeri, Paspornya sudah ada. Syukur-syukur dapat tugas dan perjalanan dinas dari Kantor, Aamiin… . Dimulai dari hari Jum’at, 10 Mei 2019, saya dan istri sudah bersiap dengan handphone masing-masing untuk mengambil nomor antrian melalui aplikasi Layanan Paspor Online yang dapat di unduh di Google Play Store. Jadi, buat kalian yang ingin membuat Paspor pastikan kalian sudah memiliki nomor antrian. Sebenarnya ada beberapa cara untuk mendapatkan nomor antrian Paspor, diantaranya yang telah saya sebutkan sebelumnya dan mendaftar melalui WhatsApp, hanya saja cara ini tidak saya gunakan karena setelah saya membaca ulasan dari Google nomor WhatsApp dari Imigrasi Bogor kadang lama dibalas, sehingga kami mengupayakan dengan aplikasi Layanan Paspor Online.

Saat itu kami berusaha untuk mendapatkan nomor antrian di daerah Serpong, agar tidak terlalu jauh dari tempat bekerja, tetapi sulit ketika masuk dalam aplikasinya kadang muncul error yang padahal nomor antrian masih tersedia. Oh iya, buat kalian yang mencari nomor antrian Paspor sebisa mungkin di hari Jum’at ya, karena nomor antrian akan di reset setiap hari jum’at untuk permohonan di minggu depannya. Aplikasi Layanan Paspor Online ini mendeteksi lokasi terdekat kalian dengan Kantor Imigrasi. Sehingga, kalian tidak bisa mengubah kantor imigrasi di tempat/kota yang lain kalau jauh dari GPS handphone kalian. Karena saya dan istri tinggal di Bogor, maka kami mencoba kembali dan berhasil mendapatkan nomor antrian di hari Selasa, 14 Mei 2019.

Untuk Proses atau prasyarat pembuatan Paspor kalian bisa mengecek langsung di web Imigrasi masing-masing. Imigrasi Kelas I Bogor kalian bisa mengecek disini prasyaratnya –> “Persyaratan Permohonan Paspor”

Usahakan kalian datang sebelum jam yang ada di nomor antrian, karena ada beberapa Isian Formulir yang harus kalian lengkapi, jangan lupa siapkan juga materai ya, jika tidak bawa biasanya ada tempat fotocopy di dalam kantor Imigrasi.

Setelah itu nanti kalian akan diarahkan masuk ke dalam kantor Imigrasi dan duduk untuk menunggu saatnya dipanggil wawancara. Tidak banyak pertanyaan yang ditanyakan oleh petugas imigrasi, karena pada saat itu sedang puasa Ramadhan, mungkin petugasnya juga sedikit lelah ya, hehee…

Sedikit pertanyaan yang waktu itu ditanyakan kepada saya yaitu :

  1. “Kira-kira paspor ini akan digunakan pergi kemana?“
    Saya pun menjawab, “Pergi ke Bangkok pak, Thailand”
  2. “Untuk bekerja atau jalan-jalan?”
    “Travelling saja pak”, cetus saya.

Tidak banyak yang ditanyakan petugas saat itu, setelah selesai kalian akan difoto untuk Buku Paspornya, jadi sebisa mungkin pakaian kalian harus rapih ya.

Jika sudah semua, kalian akan diberikan lembar pembayaran yang bisa kalian bayar di Kantor Pos atau Bank yang ditunjuk. Batas waktu pembayaran adalah 7 hari kerja.

Waktu pengambilan paspor adalah 3 hari setelah kalian membayar, jadi Paspor saya dan istri sudah jadi 3 hari kemudian dan tanda terima harus dibawa beserta bukti pembayaran.

Related Posts

Beasiswa KOICA | Medical Check-up

Baca chapter sebelumnya dulu ya disini –> Beasiswa KOICA | Seleksi Wawancara dengan Universitas Setelah mendapat pengumuman Lulus wawancara kedua, tahap selanjutnya